Tampilkan postingan dengan label aneka remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aneka remaja. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Desember 2012

mengatasi rasa cemas dan gelisah berlebih

By conntected | At 16.58 | Label : , | 0 Comments

studi-terbaru-orang-mudah-cemas-berisiko-terserang-kanker-rev-1

Gelisah dan cemas merupakan bagian dari gangguan psikologis yang biasa dialami seseorang. Kegelisahan atau biasa disebut anxietas ini bisa terjadi ketika sistem pertahanan tubuh secara fisik dan mental terganggau akibat situasi yang mengancam.

memang benar apa dikutip dari PPCNews, rasa cemas atau gelisah yang dialami seseorang ternyata bisa berdampak buruk bagi kesehatan. Situasi yang sering terjadi secara mendadak ini bisa menimbulkan masalah ketegangan otot, peningkatan aktivitas simpatis dan parasimpatis dalam tingkat yang ringan. Sistem saraf otonom akan meningkatkan denyut jantung, tekanan darah serta aktivitas kelenjar keringat, sistem pernapasan, sistem saluran pencernaan dan kandung kemih.

Untuk itu, jangan heran jika Anda sedang mengalami kegelisahan sering mengeluarkan banyak keringat atau bahkan sering bolak-balik ke toilet. Biasanya mereka yang mengalami kegelisahan juga mengalami ketegangan, wajah memerah, dada berdebar kencang, bernapas pendek, berkeringat banyak, dan timbul keinginan untuk buang air besar atau kecil.

Lantas, apakah kecemasan berlebihan atau anxietas bisa dikatakan sebagai penyakit? Jika mengalami rasa cemas dalam tingkat ringan atau sedang, hal ini masih bisa dibilang wajar dan bahkan bisa bermanfaat untuk kehidupan manusia. Namun, jika kondisinnya parah bisa menyebabkan situasi merugikan.

Banyak hal yang bisa menyebabkan terjadinya gangguan ini. Penyakit fisik seperti menopause, kencing manis, dan jantung koroner bisa menjadi salah satu pemicunya. Gangguan neurologik seperti vertigo, migrain, kejang serta gangguan saluran napas seperti asma, emboli paru termasuk juga gangguan psikiatrik lainnya seperti demensia dan depresi juga bisa menjadi penyebabnya.

Bila kecemasan sering melanda Anda sebaiknya tangani secara perlahan. Belajar lebih santai dan mengendalikan stres dengan relaksasi bisa menjadi obat ampuh. Tidak hanya membantu untuk lebih menikmati hidup, tapi juga sangat baik untuk kesehatan jantung jangka panjang.

Keuntungan lain dari relaksasi di antaranya memperlambat denyut jantung, menurunkan tekanan darah, memperlambat laju pernapasan, meningkatkan aliran darah ke otot-otot besar, mengurangi kemarahan dan frustasi serta meningkatkan kepercayaan diri saat menghadapi masalah.

Sabtu, 29 Desember 2012

ciri ciri kecanduan internet

By conntected | At 22.56 | Label : , , | 2 Comments

kecanduan internet

beberapa waktu yang lalu ane lihat status fb teman ane wah di situ dia nulis status begini “waduuuuh apes hari ini gua jengkel banget koneksi nya lemot mana bisa main pb nih apes2x” wah sampai segitunya ya kalo udah kecanduan online hehehe .memang benar Anak usia Remaja menghabiskan 10 jam, 45 menit sehari hanya untuk berinteraksi dengan media . Ini setara dengan 75 jam dan 15 menit per minggu, nyaris dua kali lipat lebih panjang dari waktu yang dihabiskan orang tuanya untuk bekerja. Demikian menurut riset Kaiser Family Foundation pada Januari 2010 lalu. Bagaimana saat ini? Dengan kian banyak gadget yang memungkinkan anak mengakses media, kemungkinan angkanya sudah melonjak.drastis

Yang dimaksud dengan media di sini adalah TV, video, dan internet. Sebanyak 21% remaja didefinisikan sebagai user berat media, yang menghabiskan waktu 16 jam sehari bersama media. Sementara 63% adalah user moderate, yang menggunakan media 3-16 jam sehari. Pada remaja pecandu media ditemukan tingkat depresi yang tinggi, kekurangan waktu untuk tidur dan bersosialisasi.hampir sama dengan pecandu narkoba

Bagaimana cara mengenali seorang anak sudah mulai kecanduan media? Berikut gejalanya yang bias anda jadikan patokan atau ciri-ciri :

· Keasyikan dengan internet dengan tujuan tertentu yang orang lain tidak boleh tahu. Biasanya anak akan merahasiakan saat ditanya orang tua, “Lagi ngapain sih di internet?”

· Bersikap defensive untuk berlama-lama online. Mereka akan marah jika waktu online-nya dibatasi.

· Mulai memakai uang jajan atau uang untuk kebutuhan penting lain demi bisa online atau membeli gadget baru.

· Gagal mengontrol perilaku, termasuk perilaku agresif.jadi dapat dipastikan anak kecanduan internet sangat mudah marah tidak dapat mengontrol emosinya

· Mengalami euphoria setiap kali terlibat pada segala hal yang menyangkut komputer atau aktivitas internet.

· Mengorbankan waktu tidur ,hanya untuk internetan bahkan begadang sehari penuh .

· Memeriksa email atau pesan online secara kompulsif sepanjang hari.

· Tetap berusaha online walau sedang waktunya sekolah atau belajar bahkan lupa dengan ibadah naudzubillahmindzalik.

· Lebih senang menghabiskan waktu online ketimbang bersama teman atau keluarga.

· Tidak tertarik melakukan aktivitas menarik di dunia nyata, lebih senang di depan komputer.

Jika anak Anda sudah mengalami gejala-gejala di atas , orang tua harus segera mengambil tindakan. Coba libatkan mereka dalam kegiatan outdoor seperti olah raga, kemping, travelling, bertemu banyak orang, mengikuti klub sesuai hobinya, dan banyak lagi. Memang tidak mudah, dan butuh waktu. Namun tetap harus dilakukan demi kebaikan anak Anda atau jika tidak anak anda akan terus kecanduan layaknya kecanduan narkotika ngeri ga hehehe …

Kamis, 27 Desember 2012

depresi dan gejalanya

By conntected | At 02.20 | Label : , | 0 Comments
Pada dasarnya Depresi adalah suatu keadaan dimana seseorang terus menerus merasa sedih dan kehilangan minat/ keinginan atau interest. Depresi juga bisa menimbulkan gejala fisik di badan.
Depresi disebut juga sebagai depresi mayor (major depression), gangguan depresi mayor (major depressive disorder) atau depresi klinis (clinical depression). Depresi mempengaruhi perilaku, pola pikir dan perasaan seseorang yang terserang. Depresi biasanya mengganggu kegiatan sehari-hari dan dapat menyebabkan seseorang merasa bahwa tidak ada lagi gunanya untuk terus hidup.
Depresi biasanya memerlukan pengobatan jangka panjang. Meskipun demikian, banyak penderita depresi yang merasa nyaman setelah minum obat.

Gejala dari depresi antara lain:
  • Merasa sedih atau tidak bahagia
  • Hal hal kecil sudah membuat frustasi atau sangat mengganggu
  • Kehilangan minat atau kesenangan terhadap kegiatan sehari-hari
  • Tidak bisa tidur atau kebanyakan tidur (tidur terus)
  • Kehilangan dorongan seksual
  • Perubahan nafsu makan, bisa kehilangan nafsu makan dan menjadi kurus atau bertambah nafsu makan dan menjadi kegemukan.
  • Tidak tenang, sulit duduk diam ditempat
  • Mudah meledak marah atau sangat mudah tersinggung
  • Berpikir pelan, berbicara pelan dan lemah, begitu pula ketika bergerak atau menggerakkan bagian tubuhnya.
  • Sulit mengambil keputusan, kurang konsentrasi, gampang terganggu konsentrasinya, sulit mengingat.
  • Selalu merasa capai, lemah dan kehilangan tenaga, bahkan sebuah kegiatan kecil terasa sangat berat dan memerlukan banyak tenaga
  • Merasa tidak berharga, merasa bersalah dan selalu memikirkan kegagalan atau kesalahan masa lalu.
  • Sering berpikir tentang kematian atau bunuh diri.
  • Tiba tiba menangis tanpa sebab yang jelas
  • Gangguan fisik yang tidak jelas penyebabnya, seperti sakit kepala atau sakit punggung.
  •  
Gejala depresi pada anak anak atau remaja belasan tahun:
  • Gejala pada anak anak mungkin berupa kesedihan, tidak mempunyai harapan, ketakutan atau kecemasan
  • Gejala pada remaja bisa berupa kecemasan, kemarahan dan menghindari kontak sosial
  • Hasil belajar disekolah biasanya terganggu dan yang semulanya berprestasi menjadi anak yang malas dan nilai pada prestasinya menurun drastis
  • Depresi pada anak jarang menimbulkan gejala berupa gangguan tidur atau gangguan berpikir.
  •      
Pada anak dan remaja, depresi sering terjadi bersamaan dengan gangguan perilaku dan gangguan mental lainnya seperti attention deficit/ hyperactive disorder (ADHD).
Pada orang dewasa, depresi lebih sulit dikenali karena gejala seperti kecapekan, kehilangan minat, gangguan tidur, gangguan nafsu seksual- sering dikira karena disebabkan oleh penyakit lain.
   
      Gejala depresi pada orang dewasa sering tidak terlalu jelas. Mereka hanya merasa kurang memuaskan hidupnya, bosan, tidak berharga atau tidak ada harapan lagi.. Mereka juga biasanya hanya ingin tinggal dirumah dan menyendiri dari pada harus bersosialisasi keluar atau mengerjakan sesuatu yang baru.. Pada orang dewasa dengan tingkat resiko depresi paling tinggi , laki laki dewasa tualah yang  mempunyai resiko tertinggi untuk bunuh diri.

         jika ada orang terdekat anda ada yang ingin bunuh diri dapat di pastikan dia mengalami depresi yang sudah parah segera bawa ke rumah sakit atau klinik terdekat atau kepada orang yang sudah ahli agar mendapat pengobatan secara intensif seperti nasihat nasihat yang dapat membangun semangat bahwa semua masalah bisa teratasi

Rabu, 26 Desember 2012

masalah yang sering dihadapi remaja

By conntected | At 05.46 | Label : | 1 Comments
Masa remaja yang sangat labil yaitu merupakan masa peralihan dari anak-anak menjadi dewasa juga merupakan masa yang sulit bagi para orang tua untuk mengontrol anak anaknya . Sering disebut masa stress and strom karena pada masa ini remaja dihadapkan pada perubahan-perubahan yang membuatnya bingung. Tidak hanya perubahan fisik yang berkembang pesat, tetapi juga perubahan lingkungan yang memaksa remaja untuk menjadi dewasa seperti yang diharapkan lingkungan padahal remaja sendiri tidak tahu harus berbuat seperti apa. Lingkungan mengharapkan remaja bisa bertanggung jawab seperti halnya orang dewasa. Perubahan-perubahan ini membuat remaja yang tidak bisa menemukan identitasnya mengalami kebingungan. Sehingga sebagian besar remaja menghadapi masalah-masalah baik itu dengan orang tua, teman,pacar maupun dengan kehidupan di sekolah.
Remaja dengan orang tua
Perubahan yang dialami remaja secara fisik dan emosional membuat remaja menjadi pribadi yang sensitif sangat mudah tersinggung dan marah . Remaja selalu merasa unik dan berbeda dengan orang lain. Hal ini yang menyebabkan remaja merasa tidak ada seorang pun yang bisa memahami dirinya termasuk orang tua. Ketidaktahuan orang tua akan perubahan pada masa remaja sering menyebabkan konflik diantara remaja dan orang tua. Konflik bisa terjadi karena :
    • Orang tua kadang masih menganggap remaja sebagai anak kecil Sedangkan remaja merasa sudah dewasa dan menginginkan otonomi.
    • Perubahan biologis pubertas, perubahan kognitif yang meliputi peningkatan idealisme dan penalaran logis, perubahan sosial yang berfokus pada kemandirian dan identitas yang dialami remaja itu sendiri.
    • Orang tua yang cenderung berusaha mengendalikan dengan keras dan memberi lebih banyak tekanan kepada remaja agar menaati standar-standar orang tua.
    • Remaja membandingkan orang tuanya dengan suatu standar ideal dan kemudian mengecam kekurangan-kekurangannya.
    • Remaja suka memberontak, melawan, dan menentang orang tua karena menganggap orang tua kolot dan merasa sudah bisa mengambil keputusan sendiri.
Remaja dengan teman sebaya
Pengaruh teman sebaya besar sekali terhadap remaja. Remaja beranggapan hanya teman atau sahabatlah yang paling mengerti dirinya. Remaja berusaha mengidentifikasikan dirinya dengan kelompok agar bisa diterima dalam kelompok tersebut. Remaja mengikuti aturan-aturan dalam kelompok. Konformitas dan tekanan teman-teman sebaya pada masa remaja dapat bersifat positif dan negatif. Namun, umumnya remaja terlibat dalam semua bentuk perilaku konformitas negatif, seperti menggunakan bahasa yang jorok, mencuri, merusak dan mengolok-olok. Diantara teman pun bisa terjadi konflik antara lain karena :
  • Remaja yang tidak bisa mengikuti aturan kelompok membuatnya dijauhi.
  • Terjadi perbedaan pendapat karena adanya keegoisan masing-masing individu.
  • Pengaruh kelompok yang negatif seperti kelompok yang suka mabuk-mabukan atau membuat kekacauan.
  • Penolakan dari kelompok dan kurangnya dukungan sosial.
  • Remaja yang merasa tidak sama dengan kelompoknya akan menjadi pendiam dan menarik diri, merasa buruk dan tidak berharga.
Konflik-konflik dengan teman sebaya membuat remaja menarik diri dari lingkungan dan merasa kalau dirinya tidak berharga dan tidak diharapkan lingkungan sosialnya. Hal ini bisa mengakibatkan remaja menjadi antisosial atau melarikan diri pada hal-hal negatif seperti obat-obat terlarang maupun kenakalan remaja.
Remaja dengan pacar
Masa remaja merupakan masa meningkatnya ketertarikan terhadap lawan jenis. Hal ini dipengaruhi oleh meningkatnya hormon dalam diri remaja. Pada masa ini remaja sudah mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis yang sering disebut pacaran atau berkencan. Bagi sebagian remaja bisa memiliki pacar merupakan prestasi tersendiri karena remaja merasa bisa diterima dan disukai orang lain. Dengan demikian remaja mengembangkan body image yang positif sehingga meningkaykan harga dirinya. Berbeda dengan remaja yang tidak memiliki pacar, mereka merasa ditolak dan tidak diinginkan. Mereka merasa buruk dan menurunkan body image-nya. Perasaan ditolak ini bisa membawa remaja lari ke hal-hal negatif. Remaja yang sudah berpacaran juga mengalami konflik-konflik antara lain :
  • Perbedaan pendapat diantara keduanya.
  • Pacar yang selingkuh.
  • Tidak percaya, curiga, cemburu.
  • Pacar yang memiliki kebiasaan buruk bisa membawa pasangannya menjadi seperti dirinya.
  • Pacaran yang tingkatnya sudah berlebihan dapat mengarah pada seks bebas dan kehamilan remaja karena pada masa remaja minat seks juga meningkat.
  • Putus dengan pacar bisa menyebabkan sedih yang berkepanjangan, depresi bahkan bisa menyebabkan bunuh diri.
  • Perasaan ditolak dan tidak diinginkan karena diputus pacar bisa membuat remaja menarik diri atau lari pada hal-hal negatif.
Remaja di sekolah
Tuntutan-tuntutan orang tua agar anaknya bisa berprestasi di sekolah bisa menyebabkan remaja tertekan apabila remaja yang bersangkutan tidak mampu memenuhi harapan-harapan orang tua. Remaja yang prestasinya buruk cenderung menarik diri atau melakukan tindakan yang mengacau. Prestasi buruk membuat remaja merasa kecil dan tidak diterima di lingkungan sekolah. Disamping bisa membuat prestasinya semakin hancur, remaja juga bisa lari ke hal-hal negatif. Remaja yang bisa berprestasi akan merasa dihargai dan memiliki self-concept yang baik. sMerasa diterima karena mempunyai kemampuan dan pasti akan banyak teman. Bisa diterima lingkungan sosialnya akan membuat remaja menemukan identitasnya.
Posting Lama ►
 

Copyright © 2012. compatible - All Rights Reserved B-Seo Versi 5 by Bamz